Setothosea Asigna Serang 3 Afdeling KBDS

Krani Dokumen Sistem dan Sertifikasi Kebun Bandar Selamat, Muhammad Reza, SH ketika memberikan keterangan di ruang kerjanya.


KabarMania.com, Asahan -  Ulat api (Setothosea Asigna) terdeteksi sejak Akhir tahun 2025, menyerang perkebunan kelapa sawit PTPN IV Regional I Kebun Bandar Selamat (KBDS), Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara.

Awalnya serangan ulat berbulu - bulu mengandung racun histamin yang menyebabkan gatal, perih dan radang hebat pada kulit manusia bila tersentuh itu hanya merupakan sebuah titik kecil saja di area Kebun Bandar Selamat, namun sa'at ini sudah merambah hingga di 3 Afdeling di perkebunan kelapa sawit milik negara tersebut.

Hal ini dikatakan oleh Manager Kebun Bandar Selamat, melalui Krani Dokumen Sistem dan Sertifikasi, Muhammad Reza, SH ketika ditemui  kru media ini, Kamis (30/4) sekira pukul 15.50 WIB di ruang kerjanya.

Yampak dedaunan kelapa sawit Kebun Bandar Selamat yang terserang Ulat Api.

Serangan hama ini sudah diatasi sejak awal kemunculannya sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), pengendalian hama terpadu menggunakan zat kimia, pencegahan alami dengan tanaman bunga pukul delapan dan air mata pengantin sejak tanaman baru.

Selanjutnya pemusnahan telur - telur ulat dengan metode penyaringan tanah, kutip ulat - ulat yang dilakukan petugas - petugas steling (karyawan khusus penanganan hama) dan penjaringan kupu - kupu dengan cara pencahayaan di malam hari.

Serangan ulat api yang semakin mengganas di Afdeling 2,4 dan 5 Kebun Bandar Selamat.

Meski serangan ulat - ulat api semakin melebar, Reza (begitu panggilan akrab Muhammad Reza, SH) mengatakan sampai sa'at ini produksi masih tinggi diatas target, namun untuk siklus panen berikutnya dia tidak dapat menjamin panen akan seperti sekarang.

Terkait serangan ulat - ulat api ini, pihak dari Distrik Asahan dan Kantor Direksi (Kandir) Medan juga sudah turun dan memberikan program penanganan ulat -ulat api kepada managemen Kebun Bandar Selamat.

Ketika ditanya apakah managemen kebun sudah melibatkan pihak ketiga, Bu untuk melakukan percepatan penanganan karena petugas Steling hanya 2 (dua) orang dari setiap Afdeling, sehingga mungkin saja keberadaannya kurang memadai.

Reza mengatakan sampai sekarang penanganan pembasmian hama ulat - ulat api masih ditangani internal kebun, pihaknya hanya melaksanakan sesuai SOP yang diberlakukan dengan petunjuk ahli - ahli tanaman dan hama dari Kantor Distrik Asahan dan Kandir Medan, jelasnya. (Red)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama