Proyek Preservasi Jalan Bandar Pulau - Gonting Malaha Tumbangkan Empat Tiang Listrik

Proyek Preservasi jalan yang menumbangkan 4 tiang listrik PLN di Bandar Pulau.

KabarMania.com, Asahan - Dampak galian sarana drainase dengan excavator (alat berat) oleh PT. TRIMURTI PERKASA di lokasi proyek preservasi jalan Bandar Pulau - Gonting Malaha, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, mengakibatkan 4 (empat) Tiang Jaringan Tegangan Menengah (JTM), PT. PLN (Persero) di Dusun Pinggul Toba, Desa Gonting Malaha, tumbang dan patah.

Kejadian tersebut tampak mulai  Jum'at (1/12) siang. Akibatnya diperkirakan beberapa hari ke depan, pasokan arus listrik ke 4 (empat) Desa terancam putus.

Empat Desa itu adalah Desa Gonting Malaha, Aek Tarum, Hutarao dan Desa Aek Nagali. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Pemerhati Pembangunan Asahan, Sudirman Marpaung (38) kepada kru media, Jum'at (1/12) sekira pukul 16.15 WIB di Bandar Pulau.


Menurut Dirman (panggilan akrab Sudirman Marpaung), padamnya listrik beberapa hari ke depan, tentu akan  meresahkan warga masyarakat yang terdampak.

Selain berfungsi untuk penerangan, pengoperasian pompa air bersih rumah tangga, memasak, menyetrika dan seterusnya, listrik tentu sangat dibutuhkan warga, diperkirakan semua kegiatan usaha yang menggunakan energi listrik akan terhenti, hal ini sangat merugikan perekonomian masyarakat di 4 Desa tersebut.

Kondisi ini harus menjadi perhatian serius pihak terkait yaitu Kontraktor PT. TRIMURTI PERKASA dan PT. PLN (Persero) ULP Simpang Kawat, agar percepatan proses perbaikan dan penggantian tiang listrik dilaksanakan secepatnya.

Terkait insiden ini, tokoh masyarakat Asahan lainnya, Mislianto (42) menandaskan bahwa, Pihak Rekanan Proyek dan PT. PLN dinilainya ugal - ugalan dalam pengoperasian alat beratnya.

Ironinya, bukan cuma 1 atau 2 tiang PLN yang tumbang, melainkan hingga 4 tiang yang tumbang, hingga patah, tentu hal ini fakta kinerja buruk. Bukan faktor alam, tapi faktor aktifitas manusia, sa'at ini yang menjadi korban itu, ya masyarakat.

Kami (Dirman dan Mislianto) mendesak pihak Balai Jalan Nasional Wilayah Sumatera Utara, sebagai unsur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek. preservasi jalan, agar mengevaluasi kinerja Rekanan Proyek.

Maneger Proyek (MP) PT. TRIMURTI PERKASA, Reza pada proyek Preservasi Jalan Bandar Pulau Pekan - Gonting Malaha, ketika dikonfirmasi via WhatsApp (wa), Jum'at (1/12) malam, membantah penilaian pemerhati  dan tokoh tersebut,

Sebelum melakukan pekerjaan galian, kami telah berkordinasi dan mengirim surat kepada PT. PLN ULP Simpang Kawat, tentang potensi terganggunya sejumlah fasilitas PT. PLN, sebut Reza.

Terkait insiden tumbang dan patahnya 4 tiang listrik, Reza via wa juga mengatakan, InsyaAllah besok (Sabtu, 2/12 ) kami ketemu dengan Pihak PLN, untuk bahas persoalan ini, tegasnya.

Sementara Manager Unit Layanan pelanggan (ULP) Simpang Kawat, UP 3; Rantau Prapat, Mujiburahman, sa'at dikonfirmasi via wa, Jum'at (1/12) malam, terkait peristiwa ini, menjelaskan bahwa penyebab tumbangnya tiang listrik PLN tersebut, akibat pekerjaan galian parit dengan excavator oleh pihak kontrator.. (KBM)

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama